Protokol kesehatan di masa pandemi
Dialog:
Raisa :Assalamu’alaikum
Rafa :Waalaikumsalam (Rafa pun keluar dan membuka pintu pagar rumahnya)
Sa, jangan lupa cuci tangan ma sabun, itu sabun nya ada didekat kran (sambil menunjuk tempat cuci tangan) sebelum masuk rumah ya ?
Raisa : ok fa, makasih dah di ingatkan. Hampir saja aku lupa. Sekarang kita memang harus rajin cuci tangan sebelum masuk rumah. Apalagi kita abis dari luar.
Rafa : Sa, mana Vicki kok gak bareng sama kamu
Raisa : Gak tahu aku. Ini tadi aku langsung berangkat. Aku kira Vicki dah disini.
Rafa : Ya tadi dia bilang mau kesini Jam 15.00, ini dah jam 15.30 kok belum kelihatan ya si Vicki
Raisa : Coba kamu chat What App saja Vicki, khawatir anaknya lupa kalo janjian sama kita disini.
Rafa : Ok, bentar ya (Sambil berjalan menuju meja untuk mengambil HP nya)
Belum selesai Rafa mengetikkan pesan yang mau dikirim kepada Vicki, terdengar pintu rumah ada yang mengetuk (tok tok tok). Dan Vicki pun datang ke rumah Rafa. Vicki masuk ke rumah Rafa tanpa cuci tangan. Padahal di masa pandemi Covid, cuci tangan adalah hal penting untuk menjaga kesehatan.
Vicki : Assalamu’alaiku, Rafa. Rafa (Mambil berteriak memanggil nama Rafa)
Rafa : Waalaikumsalam. Vicki, jangan lupa cuci tangan mu sebelum masuk rumah ya
(mengingatkan Vicki sebelum masuk rumah)
Vicki : Waduh kamu itu, ada ada saja. Lha orang tangan ku bersih kok di suruh cuci tangan (sambil menunjukkan tanggannya kepada Rafa yang berdiri di dekat Vicki)
Raisa : Ya gak begitu ki, sekarang kan musim Covid, walaupun tangan mu terlihat bersih, belum tentu terbebas dari virus covid. Ayo lha, jangan malas cuci tangan. Itu lho sudah ada sabunnya juga di depan rumah Rafa. Kamu tinggal mengambil sabun dan menyalakan kran airnya. Dah bereskan
Vicki : (Walaupun terlihat dengan berat tapi Vicki akhirnya cuci tangan juga). Ok ok aku cuci tangan. Biar kalian puas (sambil menghela napas panjang / melakukan cuci tangan karena terpaksa)
Raisa : Ya tidak begitu ki, menjaga kebersihan diri ini kan untuk menjaga kesehatan kita semua. (berusaha menjelaskan kepada Vicki agar Vicki membiasakan diri mencuci tangan sebelum masuk rumah).
Selain enggan mencuci tangan, ternyata Vicki juga enggan menggunakan masker. Padalah cuci tangan dan masker sangat penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang di sekitar kita.
Rafa : omong-omong kamu dari mana saja ki, kok baru nongal
Vicki : tadi aku dimintai tolong sama ibu ku ke toko beli Gas. Eh lha ternyata gas di toko pak Haji Ridwan habis. Aku keliling kampung gak dapat, eh dapatnya malah di sebelah rumah toko Haji Ani
Rafa : Pantesan kamu kok gak datang-datang, sampai aku ma Raisa dapat 3 soal tugas Bahasa Indonesia dari bu Guru.
Rafa : Oh ya vik, mana masker mu. Kok kamu gak pake masker?
Vicki : Masker ? (buat apa pake masker), aku enggan pake masker. Engap dan gak bisa napas.
Rafa : Sekarang masker sangat penting buat melindungi diri kita ki. Biar kita tidak mudah tertulat penyakit yang sekarang sedang marak.
Raisa : Benar ki, sepertinya kamu bawa masker deh? Itu kelihatan di kantong baju mu.
Vicki : Iya, aku selalu bawa. Tapi aku malas pake nya
Raisa : ya karena kamu belum terbiasa saja ki. Kalo tidak kita yang peduli dengan diri kita, siapa lagi yang mau peduli
Vicki : ok, ok masker ku tak pake. Gitu aja kok repot kalian (Vicki mengambil masker di sakunya dan menggunakan dengan tepat
Rafa : ya gitu dong ki, kan sama-sama enaknya kita. Gak was-was (sambil mengakungkan jempol kepada vicki)
Raisa : iya ki, benar kata Rafa
Rafa : sekarang tinggal nomor 4 dan 5 yang perlu kita bahas
Raisa : ayo kita kerjakan bersama, biar cepat selasai. Ini udah sore. Nanti aku di cari ibu ku kalo gak pulang-pulang
Nama:RAISATUL IZZA ASHIMAH EL ARIF
KELAS:9B
NO:30
Komentar
Posting Komentar